Minggu, 31 Oktober 2010

Cerita makan siang

Cerita Makan Siang

Ada seorang wanita bernama Erni mengajak temannya makan siang, pada saat makan siang ada pembicaraan sebagai berikut.

Erni :nanti makannya biar aku yang bayarin ya!
Teman:boleh, lagi banyak uang yaa.
Erni :nggak juga, tapi adalah kalo cuma untuk bayar makan. Eh… kalau setiap makan siang aku yang bayarin mau nggak?
Teman:gila kamu ya, siapa sih orangnya yang nggak mau ditraktir, apalagi terus-terusan.
Erni :emang sih mungkin semua orang mau ditraktir, tapi yang ini harus ada imbal baliknya.
Teman:apa dong?
Erni :selama aku traktir kamu dan seterusnya, bila ternyata aku sakit dan harus rawat inap, kamu yang bayar biaya rumah sakitnya, dan bila bila sakitku nggak bisa sembuh kamu harus menanggung kehidupanku sampai aku meninggal, mau?
Teman:enak sesaat, nggak enak dinantinya dong.
Erni :bukannya kebanyakan orang lebih memilih enak-enak dahulu dan nggak peduli apa yang akan terjadi kemudian. Bukankah nyatanya orang di Indonesia lebih seneng ngutang seperti untuk ganti handphone, ganti TV dan lain-lain meskipun akhirnya harus pontang-panting bayarnya.
Teman:iya juga sih.
Erni :jadi gimana nih, mau nggak aku traktir tiap makan siang dengan kompensasi seperti itu?
Teman:nggaklah.
Erni :ok, kalau dibalik gimana? Gimana kalau kamu yang traktir setiap makan siangku dan nanti kalau terjadi apa-apa sama kamu seperti yang aku bilang tadi, biar aku yang tanggung. Selain itu nantinya aku juga akan gantian traktir makan siangmu bahkan sama keluargamu tanpa kamu harus nanggung biaya rumah sakitku dan yang lain-lain, mau?
Teman:kayaknya bagus tapi apa ini beneran, kamu mau seperti itu?
Erni :ya bener dong, aku kan Financial Consultantnya Prudential. Bila kamu bisa traktir setiap makan siangku seperti ini (makan + minum = Rp 12.000), artinya dalam satu bulan jumlah yang kamu keluarkan untuk traktir aku adalah Rp 360.000.- kalau uang itu kamu tabungkan di Prudential, kalau kamu rawat inap, kecelakaan dan sakit kritis, biayanya akan ditanggung Prudential. Selain itu, bila kamu bisa nabung selama sepuluh tahun, maka dana yang terkumpul plus hasilnya akan bisa dipakai untuk makan siang seluruh keluargamu selamanya, bagus kan?
Teman :kayaknya bagus juga.
Erni :ya emang bagus, kalau nggak bagus ngapain sih aku kenalin padamu. Jadi tanggal lahirmu kapan? entar biar aku bikinin proposal, dan kamu tinggal siapkan foto kopy KTP dan tentunya uang Rp 350.000 untuk tabungan pertamanya, dan seterusnya anggap kamu nraktir makan siangku setiap hari, bisa kan?
Teman:bisa sih, tapi kamu tadi kan bilang 10 tahun, kalau aku putus ditengah jalan gimana?
Erni :pertanyaan yang bagus, aku dulu juga seperti itu. Tapi itu cuma kekhawatiran kan? faktanya setiap orang pingin berusaha untuk punya masa depan lebih baik dan pasti kan?. Bila hal yang nggak pasti seperti itu aja kamu khawatirkan dan pingin kamu antisipasi, tentu hal yang pasti terjadi akan lebih kamu antisipasi dengan dihindari atau dicari jalan keluarnya, iya kan? Ada 2 hal yang pasti akan kita alami dalam hidup: 1, anak kita pasti harus sekolah dengan baik. 2, kita mesti akan tua, nggak bisa kerja, tapi butuh makan sampai meninggal. Menurutmu siapa yang harus nyiapin semua ini? Pemerintah, orang tua kita, tetangga kita? Enggak lho, semua harus kita siapin sediri, iya kan?

Pesan ini disampaikan oleh IDRIS SURYANA Prudential No.: 00310503
HP. : 0811 770 5933. Email : aburajizi@gmail.com

Tidak ada komentar: