Rabu, 06 Agustus 2008

Filosofi pensil

"Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya" (Pepatah Jepang)"

Wahai pensil,
tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orangsehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun,tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.
""Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuatdirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal".
"Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting,yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu.Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia".
"Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna danbermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama denganmanusia yang menggunakanmu" .
"Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulahyang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya.
Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potonganterpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat".Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus,dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.

Pembaca, pensil-pensil ini pun mengingatkan kita mengenai tujuan danmisi kita berada di dunia ini. Saya pun percaya bahwa bukanlah tanpasebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Yangjelas, ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk digenapi dandiselesaikan.Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di duniaini. Apa pun profesinya, saya yakin kesadaran kita mengenai tujuan danpanggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.

Hilang arahTidak mengherankan jika Victor Frankl yang memopulerkan Logoterapi, yangdia sendiri pernah disiksa oleh Nazi, mengemukakan "tujuan hidup yangjelas, membuat orang punya harapan serta tidak mengakhiri hidupnya".Itulah sebabnya, tak mengherankan jika dikatakan bahwa salah satupenyebab terbesar dari angka bunuh diri adalah kehilangan arah ataupuntujuan hidup. Maka, dari filosofi pensil di atas kita belajar mengenailima hal penting dalam kehidupan.<http://web.bisnis. com/kolom/ 2id1383.html>
Yang penting, hingga pada akhir kehidupan kita ada karya ataupun hasilberharga yang mampu kita tinggalkan. Tentu saja tidak perlu yang hebohdan spektakuler.

Dikutip dari <http://www.bisnis. com/>
<http://www.bisnis. com>www.bisnis.com <http://www.bisnis. com/>
Oleh : Anthony Dio MartinManaging Director HR Excellency

Tidak ada komentar: